YOGYAKARTA – Dalam upaya memperkuat deradikalisasi dan mencegah penyebaran paham radikal di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Pelaksana Deradikalisasi di Tingkat Daerah. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, termasuk Pembina Relawan Pelopor Perdamaian (RPP) Sulawesi Selatan, Nur Adzan, SH., SKM., M.Kes.
BACA JUGA: Densus 88 dan Menwa Sulsel Gelar Sosialisasi Kebangsaan
Rakor yang diadakan di The Malioboro Hotel, Yogyakarta, pada 21-24 Oktober ini, bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah radikalisme. Direktur Deradikalisasi BNPT, Brigjen Polisi Iwan Ristiyanto, S.IK., menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan 26 provinsi se-Indonesia dengan unsur-unsur dari Dinas Sosial, Densus 88 Polri, Baznas, dan Kesbangpol.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Terima Kunjungan Delegasi PEA, Bahas Kerja Sama Strategis
Nur Adzan, yang didampingi oleh AKP Faisal, S.Sos., Katim Densus 88 AT Polri Provinsi Sulawesi Selatan, menilai kegiatan ini sangat tepat dan linier dengan kondisi saat ini yang melibatkan lintas sektor yang relevan.

BACA JUGA : Presiden Lula da Silva Disambut Meriah di Istana Merdeka Jakarta
“Betapa tidak, ini moment yang sangat tepat karena peserta yang diundang sesuai dengan peran dan tugas pokok di daerah, seperti unsur Densus 88 anti-teror, pihak Baznas, dan unsur Kesbangpol serta dinas sosial yang mengurus rehabilitasi sosial,” kata Nur Adzan.
Terdapat 135 mantan narapidana teroris dan 2 deportan di Sulawesi Selatan yang perlu dibina secara berkelanjutan untuk dibina dan direhabilitasi serta diberdayakan sehingga tidak terpapar dengan paham radikal. Ke depan, perlu ada aksi nasional untuk mengedukasi para ormas keagamaan dan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan dunia luar.
(Fik/R-TN).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






