Apa yang Terjadi Jika Anda Berbohong Saat Puasa?

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi berbohong. (Dok: Republika/Prayogi).

MAKASSAR, TOKCER.NEWS – Berbohong atau berdusta adalah salah satu perbuatan yang bisa merusak pahala puasa, meskipun tidak membuat ibadah ini batal. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang tidak menjauhi perkataan dusta dan mengamalkan dustanya, maka tak ada hajat bagi Allah untuk menilai puasanya meski ia bersusah payah seharian menjauhi makanan dan minuman,” (HR. Bukhari).

Perbuatan berbohong atau berdusta sangat tidak disukai Allah SWT. Bahkan, orang yang sedang berpuasa pun berpotensi “percuma” menjalankan ibadah ini jika berbohong atau berdusta. Sekalipun orang yang berdusta itu telah berusaha menahan makan dan minum selama berpuasa seharian penuh, ibadahnya tersebut akan sia-sia di mata Allah SWT.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Kitab Busyrol Karim, menyatakan bahwa dusta atau berbohong ini termasuk perbuatan yang layak untuk dijauhi bagi orang yang sedang puasa. Berbohong tidak termasuk dalam daftar perbuatan yang bisa membatalkan puasa, namun hal tercela ini tetap dianjurkan untuk dihindari.

Dampak bagi orang yang berbohong terutama ketika berpuasa bisa sangat berbahaya, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi orang lain yang mendapatkan kebohongan tersebut. Berbohong atau berdusta juga termasuk dalam lima perkara yang bisa menghapus pahala puasa seseorang.

Nabi Muhammad bersabda, “Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu berbohong, menggunjing, mengadu domba, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat”. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi perbuatan berbohong dan berdusta saat berpuasa.

Editor TIM: TN

                               
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan
Home
Search
Lainnya
×