MAKASSAR – Salah seorang anggota kepolisian dari Polsek Bontoala Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Briptu Fadlan Eka Putra, menjadi korban ledakan petasan di malam pergantian tahun, Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 23.30 Wita malam.
Kronologisnya, bermula saat Polsek Bontoala mendapat laporan adanya seorang warga yang dikeroyok oleh warga di Jalan Laiya, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, pada malam Tahun Baru tersebut.
Mendapat laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Bontoala yang dipimpin Panit 1 Opsnal Iptu Ikhwan G dan Panit 2 Opsnal Iptu H. Firdaus, bersama korban, Briptu Fadlan, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Laiya.
Namun, saat polisi tiba di TKP, korban penganiayaan tersebut telah dilarikan ke rumah sakit oleh personil piket Polsek Bontoala bersama Piket Reskrim guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Selanjutnya, anggota Unit Opsnal melakukan pemantauan di sekitar TKP dan mengintrogasi beberapa warga di sekitar TKP guna mendapati informasi terkait identitas serta keberadaan pelaku yang melakukan penganiayaan.
Disaat bersamaan, tiba-tiba sekelompok warga mulai menyalakan petasan. Informasi yang diterima redaksi melalui pesan WhatsApp dari Kepolisian, ternyata terdapat beberapa warga mulai mengarahkan petasannya ke arah depan.
Melihat hal itu, beberapa anggota polisi menghimbau agar mengarahkan petasannya ke arah atas. Namun, saat melakukan himbauan itulah, tiba-tiba terjadi ledakan petasan di samping Unit Opsnal Polsek Bontoala hingga percikan petasan tersebut mengenai mata sebelah kiri Briptu Fadlan.
Berikutnya, korban sudah tidak bisa lagi melihat dan matanya mengeluarkan darah. Iapun dilarikan ke Rumah Sakit Pelamonia Makassar bersama anggota polisi lainnya untuk mendapat perawatan.
Tak lama kemudian, korban dirujuk ke Rumah Sakit Mata Khusus Orbita Jalan Mesjid Raya Makassar. Hingga berita ini naik cetak, korban masih menjalani perawatan intensif dari dokter yang menanganinya.
Saat ditemui di RS Orbita, Sabtu (3/1/2025), ayah korban, H. Husain Dg Raga, mengungkapkan kemungkinan mata anaknya itu akan mengalami cacat permanen.
“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dokter yang memeriksa mata korban. Kami berharap semoga mata sebelah kirinya itu bisa pulih kembali setelah ditangani tim dokter,” tandas H Raga yang berharap agar polisi dapat mengusut tuntas para pelaku penyebab hingga anaknya menjadi korban di malam tahun baru tersebut.
(Sumber: Suara Imbang).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






