“Umat hari ini banjir informasi, tapi kekeringan teladan. Hoaks lebih cepat dari hadis. Joget lebih viral dari ngaji. Kalau mubalig Muhammadiyah diam, ruang publik diisi orang yang tidak paham agama dan tidak paham Muhammadiyah,” ujarnya.
Ketua Panitia Asnawin Aminuddin melaporkan, Sekolah Tabligh Angkatan Pertama tahun lalu hanya meluluskan 27 orang pada Februari 2025.

Angkatan Kedua melonjak menjadi 519 dari 770 peserta. “Lebih 200 peserta tidak lulus karena standar kelulusan memang ketat,” kata Asnawin.
Dengan dikukuhkannya 519 da’i muda ini, Muhammadiyah Sulsel menargetkan penguatan dakwah Islam berkemajuan hingga pelosok.
ASN/ EDITOR MD.
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.









