Metode primer meliputi pemeriksaan sidik jari, profil gigi, serta DNA apabila diperlukan. Pemeriksaan DNA membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode lainnya. “Apabila metode primer tidak dapat dilakukan secara optimal, maka digunakan metode sekunder, seperti pencocokan data medis, properti korban, pakaian, dan ciri-ciri lain yang melekat pada jenazah,” jelasnya.
Kabiddokkes menegaskan bahwa dalam proses identifikasi, tim DVI mengedepankan ketepatan dibandingkan kecepatan. Tim bekerja secara maksimal agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga.
BACA JUGA : Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Maros Berhasil Setelah 5 Hari dengan Bantuan Helikopter
“Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel berkomitmen untuk menyelesaikan proses identifikasi dengan hasil yang tepat dan akurat,” tambah Kabiddokkes. “Kami mohon doa agar proses identifikasi terhadap jenazah berikutnya dapat segera diselesaikan dengan hasil yang tepat,” tutupnya. [*].
Editor Gus
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.







