“Kita perlu bertanya kepada diri kita dengan jujur, apakah Ramadhan benar-benar telah menjadikan kita lebih dekat kepada Allah?” katanya.
Ia juga mengutip Al-Qur’an Surah Ali Imran, ayat 102, yang mengajarkan bahwa takwa bukan ibadah musiman, melainkan arah hidup seorang mukmin sepanjang usia.

“Ramadhan telah melatih kita menahan lapar dan dahaga, tetapi tujuan akhirnya adalah membangun hati yang kuat menghadapi dunia,” tutur Ustadz Supriadi.
Ustadz Supriadi juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak, serta menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.
“Kita harus menjadi contoh bagi masyarakat, dengan menunjukkan akhlak yang baik dan menjaga persatuan umat,” katanya.
AS/EDITOR MD.
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.










