KKN Gelombang 115 dan Yayasan PA Bangkit Hadirkan Inovasi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan

  • Bagikan
Foto: Disa Atri Sani menjelaskan proses pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah. (Dok: istimewa).

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan secara bertahap cara mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring yang layak pakai. Prosesnya meliputi penyaringan minyak jelantah, pembuatan larutan soda api (NaOH), pencampuran dan pengadukan hingga mengental, penambahan pewangi, pencetakan, serta tahap pengeringan dan pematangan (curing) selama 3-4 minggu.

Bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana dan mudah diperoleh, yakni minyak jelantah yang telah disaring, soda api, air bersih, dan pewangi atau essential oil. “Dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan utama, biaya produksi sabun menjadi jauh lebih murah dibanding sabun pabrikan, sehingga berpotensi membantu menghemat pengeluaran rumah tangga,” tambah Disa Atri Sani.

Foto: Suasana pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah. (Dok: istimewa).

Panitia kegiatan menegaskan bahwa sabun yang dihasilkan aman digunakan untuk peralatan dapur, asalkan dibuat sesuai prosedur dan telah melalui proses curing yang cukup. Hal ini penting agar sisa kandungan basa dalam sabun benar-benar netral sebelum digunakan.

Sebagai tindak lanjut, tim KKN bersama Yayasan PA Bangkit berencana membentuk kelompok produksi rumahan dari para peserta pelatihan. Mereka juga akan diberikan pendampingan serta diarahkan untuk memasarkan produk melalui media sosial dan menjalin kerja sama dengan bank sampah maupun UMKM setempat. [*].

Editor MD .

                               
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan
Home
Search
Lainnya
×