Lulus dengan predikat Pujian, Wafi mengingatkan rekan sejawatnya bahwa gelar bukan ajang menyombongkan diri. “Gelar di ujung nama kita adalah tanggung jawab baru yang melekat di mana pun berada,” ujarnya.
Tanggung jawab itu, kata Wafi, adalah mengimplementasikan ilmu untuk diri, keluarga, dan masyarakat.
Wafi ditetapkan sebagai satu dari lima wisudawan terbaik tingkat universitas melalui SK Rektor UIN Antasari Nomor 238 Tahun 2026. Pada wisuda kali ini, UIN Antasari mengukuhkan 539 lulusan. Rinciannya, 232 laki-laki dan 307 perempuan dari jenjang S-1, S-2, hingga S-3.
Kisah Wafi menjadi bukti nyata bahwa beasiswa KIP Kuliah mampu memutus rantai keterbatasan. Dari marbot yang sempat pusing biaya hidup, ia kini berdiri sebagai sarjana terbaik yang menginspirasi ribuan pasang mata.
EDITOR TIM R-TN.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






