Nelayan Bantaeng Ditemukan Meninggal di Perairan Jeneponto Setelah 2 Hari Hilang

  • Bagikan
Foto: Danpos Basarnas Bantaeng, Hamka, (kanan). mengawasi proses evakuasi jenazah Rahmat Hidayat ke RSUD Kantor DG Pasewang, Jeneponto, setelah korban ditemukan meninggal di perairan Jeneponto. (Foto: Basarnas Bantaeng).

JENEPONTO – Nelayan bernama Rahmat Hidayat, asal Kampung Kaili, Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, ditemukan dalam kondisi meninggal usai hilang saat melaut di sekitar perairan di Dusun Pandang, Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Korban ditemukan di perairan Dusun Pandang Pandang, Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu siang, (16/11/2025).

“Nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Jeneponto, Jumat malam (14/11/2025). Korban Rahmat Hidayat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Danpos Basarnas Bantaeng, Hamka, kepada TokcerNews, pada Minggu siang, (16/11/2025).

Foto: Nelayan Bantaeng, Rahmat Hidayat, ditemukan meninggal di perairan Jeneponto (Foto: Basarnas Bantaeng).

Hamka mengatakan pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Jeneponto, BPBD Bantaeng, TNI, dan nelayan Kaili, telah melakukan pencarian intensif sejak Sabtu pagi hari, (15/11/2025).

“Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan, pada hari Minggu siang (16/11/2025). Nelayan Asal Kampung Kaili, Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Hilang 2 Hari Saat Melaut di Perairan Jeneponto,” tandas Hamka.

Mayat korban kemudian dievakuasi ke RSUD DG Pasewang, Jeneponto, selanjutnya dibawa ke rumah duka Kampung Kaili, Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian di perairan Jeneponto (Foto: Basarnas Bantaeng).

Diberitakan sebelumnya, Rahmat Hidayat, warga Kaili, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, yang menggunakan perahu kampas, hilang di perairan Bulo-Bola, Kabupaten Jeneponto, pada Jumat malam (14/11/2025), sekitar pukul 23.00 WIT.

Cuaca buruk dan gelombang tinggi menyebabkan perahu Rahmat Hidayat terpisah dari kapal, sehingga ia hilang di laut. (MD).

                               
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan
Home
Search
Lainnya
×