“Untuk Impa-Impa–Anabanua, progresnya baru 53,46 persen. Jadi yang sudah termarka itu adalah STA akhir, sementara untuk STA awal baru kami proses pengerjaan,” ujar Dani, Kamis, 19 Maret 2026 seperti dikutip dari sulselprov.go.id.
Ia menambahkan, pekerjaan pengaspalan dilakukan dengan standar Kelas A dan difokuskan terlebih dahulu pada titik-titik dengan tingkat kerusakan berat.
“Pengaspalan dilakukan Kelas A. Konsisten mengerjakan daerah yang rusak berat lebih dulu,” jelas Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel ini.
Selama proses pengerjaan berlangsung, diterapkan sistem buka-tutup jalur untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan. Secara keseluruhan, Paket IV memiliki nilai kontrak sekitar Rp615,6 miliar dengan total panjang penanganan mencapai 286,80 kilometer.[*].
Editor Tim- TN.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.







