MAUMERE, TOKCER.NEWS — Laut yang biasanya memberi hidup, kini menelan kabar. Dua nelayan asal Sikka, seorang ayah dan anaknya, hilang di tengah perjalanan menuju Selayar. Harapan keluarga kini menggantung di antara ombak dan doa.
Peristiwa ini menyita perhatian warga Wuring. Dua korban yang dilaporkan hilang kontak adalah Ahmad Junaidi (55) dan putranya, Jiar Junaidi Mendome (16). Keduanya warga Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Kronologinya bermula pada Kamis (18/9/2026) pukul 14.05 WITA. Keduanya bertolak dari Pelabuhan Wuring, Sikka, menuju Pulau Karumpa, Kabupaten Kepulauan Selayar. Seharusnya, mereka tiba pukul 22.00 WITA di hari yang sama. Namun kapal yang dinanti tak pernah merapat.
Kantor SAR Maumere baru menerima laporan resmi pada Jumat (19/9/2026) pukul 16.50 WITA dari pihak keluarga yang cemas.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengungkap detik-detik terakhir kontak.
“Komunikasi terakhir terjadi pukul 16.10 WITA, dua jam setelah berangkat. Posisi mereka saat itu berada di sekitar Perairan Pulau Palue. Setelah itu, nomor keduanya tidak bisa dihubungi sama sekali,” ujar Fathur di Maumere, Minggu (20/9/2026).

Mendapat laporan itu, SAR Maumere langsung bergerak cepat. Kapal Negara SAR Puntadewa 250 dan Rigid Inflatable Boat (RIB) diterjunkan. Operasi ini tidak sendiri. Tim gabungan dari Ditpolair Polda NTT, Lanal Maumere, Satpolairud Polres Sikka, SROP Maumere, hingga nelayan dari Sikka dan Pulau Karumpa ikut menyisir lautan.
Koordinasi juga diperluas ke Pulau Madu dan Pulau Karumpa, Selayar, untuk meminta informasi dari nelayan setempat. Namun hingga memasuki hari kedua pencarian, Minggu (20/9/2026), jejak ayah dan anak itu belum ditemukan.
“Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian semaksimal mungkin. Kami berharap keduanya segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tegas Fathur.
Kini, keluarga di Wuring hanya bisa menunggu di dermaga dengan doa yang tak putus. Laut masih luas, tapi harapan harus tetap lebih luas.
(TN/SAR Maumere).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.










