Pintu Jepang Dibuka, Bantaeng Siapkan SDM Unggul Kompeten

  • Bagikan
Foto: Delegasi Jepang dari Provide Group dan Hayama Capital Partners bersama Bupati Bantaeng, (kiri) usai teken LoI. (Dok. Istimewa).

BANTAENG, TOKCER.NEWS — Pemerintah Kabupaten Bantaeng membuka keran kerja sama internasional dengan Jepang. Rabu, 15 April 2026, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin, (Uji Nurdin) menandatangani Letter of Intent (LoI) bersama Provide Group Incorporated dan Hayama Capital Partners Incorporated di Gedung Seruni, Bantaeng.

Penandatanganan LoI kerja sama strategis komprehensif tiga sektor: sumber daya manusia, perikanan, dan sumber daya mineral.

Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin dengan CEO Provide Group dan Hayama Capital Partners, Ken Hayama Membuka akses magang ke Jepang, meningkatkan kualitas SDM, dan mendorong investasi sektor unggulan Bantaeng.

Membuka akses magang ke Jepang, meningkatkan kualitas SDM, dan mendorong investasi sektor unggulan Bantaeng.

Tahap awal 100 tenaga magang usia produktif akan diberangkatkan ke Jepang setelah lulus pelatihan di BPVP/BLK dan institusi pendidikan lokal.

“Ini bukan sekadar tanda tangan. LoI ini pintu masuk kolaborasi jangka panjang. Jepang butuh tenaga kerja, Bantaeng punya SDM muda. Kita sambungkan,” kata Fathul Fauzy usai acara.

Ia menegaskan calon magang tidak diberangkatkan tanpa bekal. Pemerintah menggandeng BPVP Bantaeng dan kampus vokasi untuk pelatihan bahasa, budaya kerja, dan kompetensi teknis. Sektor pertanian menjadi prioritas utama karena Jepang kekurangan tenaga kerja di bidang tersebut. “Anak-anak Bantaeng harus siap. Pulang dari Jepang mereka bawa keterampilan, teknologi, dan jejaring,” ujarnya.

Skema Komprehensif

LoI mencakup tiga pilar. Pertama, SDM: pengiriman magang dan transfer pengetahuan.

Kedua, perikanan: pengembangan budidaya dan rantai dingin untuk ekspor. Ketiga, mineral: studi potensi dan hilirisasi ramah lingkungan. Detail teknis akan ditindaklanjuti tim teknis kedua pihak.

General Manager Provide Group, Matsuoka Seiya, menyebut Bantaeng dipilih karena stabilitas pemerintahan dan kesiapan infrastruktur dasar. “Kami lihat komitmen bupati pada SDM. Itu kunci. Teknologi bisa dibeli, tapi mental kerja harus dibangun,” katanya.

Kerja sama ini turut dimediasi PT Indonesia Nippon Anugerah yang dipimpin Romi Candra. Hadir pula Kepala BPVP Bantaeng, Direktur AKOM, Prof. Dr. Ir. H. Muh. Nurdin Abdullah bersama Ir. Liestiaty Fachruddin, serta para Kepala OPD.

Pemkab Bantaeng menargetkan 100 magang pertama berangkat akhir 2026. Jika berhasil, kuota ditingkatkan jadi 300 orang pada 2027. Selain devisa dari remitansi, program ini diharapkan menekan pengangguran terbuka usia muda yang masih 5,2 persen.

Fik/EDITOR MD.

                               
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan
Home
Search
Lainnya
×