Sebagai informasi, insiden naas ini bermula pada Selasa malam (19/5/2026). Korban diketahui bersama dua rekannya berada di area bantaran sungai. Diduga kuat dalam pengaruh alkohol dan merasa kepanasan, ketiganya nekat melompat ke dalam aliran sungai.
Dua orang temannya berhasil menyelamatkan diri atau ditarik keluar, namun nasib malang menimpa Asrul yang terseret arus deras dan menghilang di permukaan air.
Merespons tragedi ini, Andi Sultan kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak meremehkan bahaya di sekitar perairan, terutama sungai atau kanal besar.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan. Kepada masyarakat, kami berpesan agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di tepi sungai, apalagi jika tidak bisa berenang atau dalam kondisi tidak fit,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen Potensi SAR yang telah bahu-membahu membantu operasi pencarian hingga selesai. Dedikasi dan kerja keras tim menjadi bukti nyata solidaritas kemanusiaan yang tinggi di Sulawesi Selatan.
SUNDARI/ EDITOR MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.










