Mereka merantau ke Mamuju sejak sekitar tahun 2020, sebelum gempa besar melanda wilayah Mamuju, dengan harapan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Malam nahas itu, mereka tengah menempuh perjalanan darat selama sekitar 10,1 jam dari Karema, Kota Mamuju, menuju kampung halaman di Desa Kanaungang, Kecamatan Labakkang, Pangkep, yang berjarak sekitar 351 kilometer dari titik awal perjalanan.
Tujuan mereka pulang kampung adalah untuk menghadiri acara keluarga di Labakkang. Namun nahas, sekitar 16 kilometer sebelum tiba di rumah orang tua, maut justru menjemput mereka di Mandalle. [*].
Dikutip dari TRIBUN-SULBAR.COM,
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.










