JOMBANG, JAWA TIMUR — Gelaran akbar Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 kini menjadi pusat pertemuan ratusan utusan dari seantero nusantara. Di bawah tema besar “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”, perhelatan lima tahunan yang berlangsung di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026 ini bukan sekadar agenda musyawarah belaka. Lebih dari itu, momen ini menjadi wadah penentuan arah kebijakan, pemilihan pimpinan pusat baru, serta cerminan persatuan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama di tanah air.
Di antara barisan utusan yang hadir, hadir pula rombongan dari ujung selatan negeri: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bantaeng lengkap bersama jajaran badan otonomnya, yaitu Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Pimpinan Cabang Fatayat NU. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan wujud nyata kecintaan sekaligus pembawa harapan ribuan warga Nahdliyin di daerah tersebut menuju pusat pertemuan akbar ulama dan umat.
Perjalanan rombongan Bantaeng menuju Jombang pun tak singkat. Pada Selasa malam, 25 Agustus 2026, mereka bertolak dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar menyeberangi Laut Jawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sandar di pelabuhan tujuan tepat Rabu malam, 26 Agustus 2026, rombongan tak beristirahat lama. Langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Jombang, membelah malam demi mengejar pagi penyelenggaraan muktamar — sebuah perjalanan panjang yang merefleksikan tekad kuat dan ketulusan niat para kader NU di daerah.
Dr. H. Muhammad Ahmad Jailani, S.Ag., M.A., selaku Ketua PCNU Kabupaten Bantaeng, menyampaikan bahwa langkah kaki yang jauh ini dipersembahkan sebagai bentuk pengabdian sekaligus ikatan batin yang tak terputus antara pusat dan daerah.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






