“Benar, kami segera menurunkan 6 orang anggota tim pemadam kebakaran ke lokasi. Di sana tim langsung bergabung bersama warga masyarakat setempat serta Kepala Dusun untuk melakukan pemadaman bersama,” ungkap Mursalim.
Namun medan tak bersahabat. Kendaraan pemadam tak dapat menjangkau titik kobaran api secara langsung.
“Jalan menuju lokasi belum memadai untuk kendaraan besar, Belum lagi titik api berada di tebing curam dan jurang yang sulit dijangkau dari darat,” jelasnya.
Kendala makin berat karena Kecamatan Ulu Ere berada di kawasan dataran tinggi dengan kontur tanah berbukit terjal. Suplai air ke lokasi menjadi sangat sulit. Namun tim tak berputar balik — mereka bergerak mencari solusi di tempat: para anggota menyisir kawasan sekitar untuk menemukan sumber mata air terdekat guna mendukung upaya pemadaman secara mandiri di lokasi.
Sampai berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung terus-menerus. Warga, Kepala Dusun, dan tim Damkar Kabupaten Bantaeng tak meninggalkan lokasi sampai kobaran benar-benar padam hingga ke akar. Di atas ketinggian, di tengah gelap malam, satu kebenaran menyala paling terang: kekuatan terbesar bukan di mobil besar, melainkan di tangan bergandengan tangan.
(Fik/ Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






