Sebuah keistimewaan lain yang membuat warga makin sayang kepadanya: jasa isi angin — GRATIS untuk siapa pun, kapan pun. Tak perlu belanja dulu, tak perlu malu-malu. Datang, isi, pamit. Sebuah sedekah kecil yang nilainya meluas menjadi kebaikan berantai di tengah masyarakat.
Angkanya sederhana namun dampaknya besar: Rp5.000 dikali 200 kendaraan = Rp1 juta per hari. Dalam sebulan murni Rp30 juta, setahun berputar Rp360 juta. Uang itu tak lari ke kantong jauh — berputar langsung di ekonomi warga Bantaeng.
“Yang penting berkah dan membantu orang. Kita cari rezeki yang halal dan barokah,” ujar Daeng Nyaluu tenang, seolah angka ratusan juta itu bukan tujuannya, melainkan dampak dari niat baik yang dijalani sungguh-sungguh.
Dengan tarif jauh di bawah rata-rata pasaran nasional namun pelayanan tetap memegang teguh mutu, panggilan warga kepadanya kini resmi: “Tambal Ban Rp5.000 — Termurah Se-Indonesia.” Bukan karena ia terjun ke bawah, tapi karena ia menolak meninggalkan rakyat di belakang.
(Fik/ Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






