Jatuh dari KMN Maria Nusa, Patikkai Masih Dicari

  • Bagikan
Personel Tim SAR Gabungan dari Pos SAR Selayar dan TNI AL melaksanakan operasi pencarian di perairan sekitar Pulau Pasitallu dan Pulau Jampea. (Foto dok Basarnas).

SELAYAR, TOKCER.NEWS — Upaya pencarian terhadap warga yang dilaporkan terjatuh dari kapal penumpang KMN Maria Nusa terus diperpanjang dan diperluas. Tim SAR Gabungan pada hari ketiga operasi kembali menurunkan personel untuk menyisir perairan di sekitar Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, guna menemukan korban yang hingga kini belum berhasil ditemukan. Korban yang diketahui bernama Patikkai (60/L) dilaporkan hilang di perairan sekitar Pulau Pasitallu setelah terjatuh dari kapal yang sedang berlayar.

Informasi resmi mengenai peristiwa ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar pada Selasa, 18 Agustus 2026, tepat pukul 16.35 WITA. Laporan disampaikan oleh Yusuf, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan keterangan yang diterima, peristiwa terjatuhnya korban terjadi sekitar pukul 10.00 WITA pada hari yang sama, saat kapal KMN Maria Nusa sedang melintas di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa tim SAR Gabungan telah menyusun strategi pencarian yang terarah berdasarkan rencana operasi pencarian dan pertolongan atau yang dikenal dengan sebutan SARMAP. Pencarian tidak hanya berfokus pada titik kejadian semata, namun juga dilakukan dengan memperluas radius penyisiran mengikuti arah arus dan kondisi laut yang berubah-ubah.

“Hari ini Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban di sekitar perairan Pulau Jampea sesuai dengan rencana operasi yang telah ditentukan. Kami terus mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia untuk menemukan korban,” ujar Arif kepada awak media, Rabu, 19 Agustus 2026.

Berdasarkan data yang tercatat dalam laporan resmi, lokasi pertama kali terjadinya peristiwa berada pada koordinat 07°06.156′ Lintang Selatan dan 121°13.990′ Bujur Timur, dengan jarak sekitar 73 mil laut dari Pos SAR Selayar. Seiring berjalannya waktu dan memperhitungkan pergerakan arus laut, pada hari ketiga operasi penyisiran dialihkan dan diperluas ke wilayah koordinat 07°09’00.09″ LS dan 120°44’22.63″ BT — wilayah yang mencakup perairan sekitar Pulau Jampea.

Untuk menjalankan operasi tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan personel dari berbagai unsur. Total 7 personel dari Pos SAR Selayar, 4 personel dari TNI Angkatan Laut, serta unsur masyarakat setempat turut terlibat dalam penyisiran. Kombinasi antara personel profesional dan warga yang memahami karakteristik perairan setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas jangkauan pencarian di wilayah yang terdiri dari banyak pulau dan perairan terbuka.

Muhammad Arif Anwar menegaskan bahwa upaya pencarian akan tetap dilakukan secara berkelanjutan selama masih memungkinkan, dengan senantiasa mempertimbangkan perkembangan kondisi lapangan, cuaca, serta situasi di lokasi. Setiap perubahan arah arus dan pandangan mata akan dievaluasi guna menentukan arah penyisiran yang paling tepat.

“Kami mengimbau seluruh unsur yang berada di sekitar wilayah pencarian, termasuk masyarakat dan pengguna transportasi laut, agar turut memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Setiap informasi sangat berarti bagi upaya pencarian,” tutup Arif dalam keterangannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai penemuan korban. Tim SAR Gabungan masih terus berupaya maksimal dan mengimbau masyarakat yang melintas di wilayah perairan tersebut untuk tetap waspada serta bersedia memberikan informasi apabila melihat hal-hal yang mencurigakan atau berkaitan dengan kejadian ini. Kami akan terus memperbarui perkembangan informasi apabila ada kemajuan terbaru dari lokasi kejadian.

(Tim/ Editor MD).

                               
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan
Home
Search
Lainnya
×