MAKASSAR, TOKCER.NEWS – Babak panjang operasi kemanusiaan pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa resmi berakhir. Pada Jumat (24/7/2026), tepat memasuki hari kesepuluh pelaksanaan, Tim SAR Gabungan secara resmi menyatakan penutupan seluruh rangkaian kegiatan pencarian di perairan Kepulauan Selayar dan sekitarnya.
Keputusan ini bukan diambil sepihak, melainkan lahir dari proses evaluasi mendalam yang melibatkan Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, hingga perwakilan keluarga korban dalam sesi debriefing di Posko Komando. Hingga detik terakhir penyisiran berlangsung, tidak ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan korban maupun petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti.
Pada hari terakhir operasi, kekuatan lapangan dipecah menjadi dua unit pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 yang dipimpin KN SAR Kamajaya didukung kapal karet RIB, menelusuri sisi barat Kepulauan Sabalana beserta pulau-pulau tak berpenghuni mengikuti peta pencarian yang telah ditetapkan. Sementara SRU 2 yang terdiri dari kapal milik Badan Pemerintah Desa Sabalana serta kapal nelayan, memfokuskan gerakannya di sisi timur guna menutup celah wilayah.
Di hari yang sama, KN SAR Pacitan kembali bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar membawa satu jenazah berjenis kelamin laki-laki. Langkah selanjutnya, jenazah tersebut diserahkan kepada Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Sulawesi Selatan untuk pemeriksaan dan penetapan identitas.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.







