Kendala alam masih menjadi tantangan terbesar. Gelombang yang cukup tinggi di perairan Sabalana menuntut kehati-hatian ekstra dalam pergerakan personel maupun alutsista, namun tidak mengurangi semangat dan intensitas pencarian. “Keselamatan tim tetap prioritas utama, namun kami menyesuaikan pola gerak agar operasi tetap berjalan efektif meski kondisi laut tidak bersahabat,” tegas Andi Sultan.
Selain wilayah Sabalana, tim juga mulai mengarahkan perhatian ke arah perairan Nusa Tenggara Barat. Hal ini didasari data analisis arus laut yang menunjukkan kecenderungan pergerakan objek hanyut menuju wilayah tersebut. “Kami akan terus memantau jalur itu dan berkoordinasi erat dengan unsur SAR di wilayah yang bersangkutan,” tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas dari perairan Sabalana hingga perbatasan NTB, untuk segera melapor ke Posko SAR jika menemukan tanda keberadaan korban atau barang-barang yang diduga milik penumpang kapal. Selama masa perpanjangan, seluruh kekuatan personel, kapal, dan potensi SAR lainnya akan terus dioptimalkan, dengan evaluasi harian untuk menyesuaikan strategi sesuai perkembangan lapangan, kondisi cuaca, dan pergerakan arus laut.
(Tim/ Editor TIM-SI).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.










