“Setelah diskusi, tim memutuskan mengubah arah evakuasi ke bawah menuju kampung terdekat karena medan dinilai lebih memungkinkan untuk proses evakuasi lanjutan,” jelas Rusmadi.
Namun selama proses evakuasi ke bawah yang berlangsung sekitar tiga jam, kondisi cuaca semakin memburuk. Hujan deras disertai kabut tebal dan suhu dingin menyelimuti area operasi, membuat pergerakan tim semakin terbatas. Tim akhirnya memutuskan untuk bermalam di lereng tebing dengan kontur tanah berbatu yang labil dan berisiko longsor akibat hujan yang tidak berhenti.
BACA JUGA: Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
Seluruh personel bertahan bersama jenazah selama kurang lebih 30 jam di lokasi. “Kami turun dari titik dekat punggungan awal pesawat jatuh. Setelah menemukan korban, kondisi medan dan cuaca benar-benar tidak bersahabat. Hujan deras, kabut tebal, dan dingin membuat kami harus bertahan di lereng tebing semalaman sambil menjaga jenazah,” kata Rusmadi.
Ia menambahkan, pada siang hari berikutnya (19/01), tim pertama melakukan estafet penyerahan jenazah kepada tim lanjutan karena kondisi fisik dan keselamatan personel sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan evakuasi.
BACA JUGA: Polda Sulsel Kerahkan Tim DVI Identifikasi Korban Pesawat ATR
“Keselamatan tim tetap menjadi prioritas, sehingga proses evakuasi dilanjutkan oleh tim berikutnya,” ujarnya.
Tim kedua yang melanjutkan estafet jenazah menuju area persawahan kampung Lampeso dengan waktu tempuh 20 jam perjalanan (20/01), dan melanjutkan intercept dengan tim ketiga di Desa Lampeso untuk menuju ke kampung baru melalui jalan setapak sekitar 15 kilometer dengan melewati medan yang bervariasi (punggungan dan sungai). Kemudian dilanjutkan lagi dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 5 kilometer untuk mencapai jalan poros Kecamatan Cenrana dan kemudian akan dievakuasi ke RS Bayangkhara Makassar untuk diserahkan ke pihak DVI.
BACA JUGA : Polda Sulsel Gerak Cepat Cari Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak
Sampai berita ini diturunkan, korban pertama masih berada di Lampeso. Informasi selanjutnya akan terus di laporkan sesuai dengan perkembangan di lapangan. [*].
Editor MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.










