“Maa Syaa Allah, saya sangat senang dan terharu. Ada kebahagiaan yang tidak bisa dibahasakan. Syukran semua sahabat Dirosa dan Tarbiyah At-Thoha Bantaeng, sudah menghadirkan kesempatan dan kebahagiaan untuk saling berbagi ilmu,” ungkap Ustadz Fhajri dalam pertemuan belum lama ini.
Uniknya, kegiatan tidak berhenti di masjid atau majelis. Setiap Sabtu pagi, para anggota turun ke lapangan. Mereka berbaur dalam laga minisoccer bersama Departemen Kesehatan dan Olahraga DPD Wahdah Islamiyah Bantaeng, Ikatan Da’i Muda Indonesia, pegawai Kemenag, hingga ASN lingkup Pemkab Bantaeng.

Sosok di balik keramahan tempat mengaji adalah Syafriadi Ranca, pemilik Warung Dg. Rannu. Ia sekaligus koordinator komunitas yang rutin menyiapkan hidangan tradisional usai mengaji.
Dengan slogan “Dapat Ilmunya, Dapat Pahalanya, Dapat Sehatnya, Dapat Silaturahminya”, At-Thoha membuka pintu bagi siapa saja, khususnya ikhwan, yang ingin belajar dan bergerak bersama.
(Izm/ Editor MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.








