Sementara itu, sang pemilik lahan, Muhammad Ali, tak menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, kebun yang biasanya hanya ditumbuhi pohon pisang ini kini memiliki makna sejarah karena menjadi saksi bisu upacara kenegaraan bagi para pejuang pendidikan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga. Tanah dan pohon pisang ini bisa berguna untuk acara yang sangat mulia seperti ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya sambil tersenyum.

Acara yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum MKKS, H. Rahman Nyarrang sebagai Pembina Upacara ini berlangsung sangat tertib. Usai upacara, suasana berubah menjadi sangat akrab dan hangat saat seluruh peserta bersantap siang bersama dengan menu khas alam, ditambah suguhan buah Pisang Capendis yang manis dan segar langsung dari pohonnya.
Kehadiran Kepala Desa Benteng Gajah, Anshar Teppo, turut menambah semarak kegiatan yang memadukan nilai-nilai pendidikan, kebersamaan, dan kearifan lokal ini.
SS/ EDITOR MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






