BANTAENG, TOKCER.NEWS — Kemajuan daerah tidak selalu lahir dari ruang rapat berpendingin dan meja panjang. Kadang ia cukup dimulai dari aroma kopi dan obrolan santai.
Bukti nyata itu terlihat Kamis malam (3/9/2026) di D’RANNU COFFEE GARDEN, Jalan Merpati Baru, Kelurahan Pallantikang, Bantaeng. Tiga pilar pembangunan daerah duduk satu meja.
Forum tidak resmi itu justru mengalir hangat. Diiringi alunan musik ringan, sesekali diselingi canda, jarak antar profesi melebur.
Tiga tokoh utama menjadi penopang diskusi. Dari birokrasi hadir Ismul Alam Basir, S.STP, M.AP. Dari perguruan tinggi ada Asbudi, S.KM, M.Kes, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan SDM UNPAS Bantaeng Dari pers, Mudahri Salarang, Pimpinan Umum Media Suaraimbang.com dan Tokcer.News.

Mudahri menilai pertemuan ini adalah jembatan yang lama hilang. “Pemerintah memegang kebijakan. Perguruan tinggi melahirkan gagasan dan kajian. Pers mengawal informasi dan jadi kontrol sosial. Tiga peran berbeda tapi saling butuh,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika sering duduk bersama dan saling memahami, maka solusi yang lahir akan lebih tepat sasaran.
Dari sisi akademik, Asbudi menyoroti mutu pendidikan dan kesiapan SDM. Kampus, katanya, bukan hanya mencetak lulusan. Kampus harus jadi mitra berpikir daerah agar setiap kebijakan punya pijakan data.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.










