BARRU, TOKCER.NEWS — Tumpukan buku yang semula berserakan kini tersusun rapi dalam rak berlabel. Dinding yang kusam berganti cat cerah. Ruang pengap itu kini beralih rupa menjadi sudut baca yang lapang dan mengundang. Transformasi terjadi di SDN 86 Barru, Kamis (30/4/2026).
Langkah revitalisasi dimulai sejak pagi. Mahasiswa KKN bersama para guru mengklasifikasi ulang ribuan buku pelajaran dan bacaan umum. Tata letak diubah agar sirkulasi siswa lebih leluasa. Area baca lesehan ditata dengan karpet dan bantal warna-warni. “Bukan sekadar rapi. Kami ingin anak datang ke perpus karena nyaman, bukan karena disuruh,” kata salah satu mahasiswa KKN.
Koordinator Desa KKN menyebut program ini menjawab kebutuhan mendesak sekolah. “Kegiatan ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Sinergi mahasiswa dan guru menunjukkan komitmen bersama menciptakan pusat literasi yang hidup. Harapannya, fungsi perpustakaan sebagai jantung belajar berjalan optimal,” ujarnya.
Bagi SDN 86 Barru, pembenahan ini bukan garis finis. Kepala sekolah menegaskan, tantangan berikutnya adalah konsistensi. Pemeliharaan koleksi, jadwal kunjung kelas, dan program pojok baca akan diintegrasikan ke kurikulum. Dengan ruang yang baru, targetnya jelas: minat baca siswa tumbuh, daya nalar menguat.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






