BANTAENG, TOKCER.NEWS — Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin mengapresiasi pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah atau JIAT oleh pemerintah pusat, Sabtu 25/4/2026.
Kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan itu menyampaikan apresiasi langsung kepada Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR melalui BBWS Pompengan Jeneberang.
“Kita memberikan apresiasi pemerintah pusat atas pembangunan JIAT di Kabupaten Bantaeng untuk mengatasi kekeringan. Sisanya kita tinggal berkoordinasi dengan pihak pendukung untuk memaksimalkan penggunaan JIAT ini,” ungkap Uji Nurdin, sapaan akrabnya, di Desa Layoa.
Di lapangan, Uji Nurdin menemukan antusiasme sekaligus kegelisahan petani. Infrastruktur irigasi bawah tanah itu dinilai sangat membantu, namun pengoperasiannya masih terkendala teknis.

Kepala Dinas Pertanian Bantaeng Mahyudin menegaskan, bantuan JIAT sangat bagus untuk menghadapi musim kering. Namun ia mencatat, petani kerap kesulitan saat mengoperasikan pompa.
“Bantuan JIAT ini sangat bagus untuk petani dalam menghadapi kekeringan. Namun di lapangan, biasanya petani menemukan kendala dalam mengoperasikan,” ujarnya.
Untuk itu, Mahyudin mengusulkan agar pompa air JIAT dialihkan ke listrik atau panel surya. Langkah ini dinilai meringankan beban petani dari biaya bahan bakar.
“Soal bahan bakar mesin pompanya, kita harus pikirkan agar petani tidak terbebani. Kita harus memudahkan supaya bantuan yang baik ini bisa kita maksimalkan,” pungkasnya.
Uji Nurdin memastikan Pemkab Bantaeng akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan kelompok tani. Pendampingan teknis, pelatihan operasi pompa, hingga skema energi murah menjadi prioritas agar JIAT berfungsi optimal.
FAP/ EDITOR MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.








